Pengingat otomatis dan masa berlaku: dokumen internal tak lagi tertunda
Dokumen sering tertunda karena lupa, bukan karena menolak. Atur pengingat berkala, masa berlaku, dan manfaatkan pusat notifikasi untuk memantau.
Foto oleh Flipsnack (membuka tab baru) di Unsplash (membuka tab baru)
Kebanyakan dokumen internal terlambat bukan karena ditolak, melainkan karena terlupakan di antara tumpukan email. Mengingatkan satu per satu lewat chat memakan waktu admin. ttdHUB memungkinkan pengingat dan batas waktu diatur sejak awal.
Tiga pengaman utama
- Pengingat berkala: email pengingat dikirim ke penerima yang belum menyelesaikan tugasnya.
- Masa berlaku (kedaluwarsa): dokumen punya batas waktu agar tidak menggantung tanpa akhir.
- Pusat notifikasi: pengirim melihat perkembangan dokumen di satu tempat.
Langkah mengatur pengingat dan masa berlaku
- Unggah dokumen lewat Unggah dokumen, lalu siapkan penerima dan field di editor.
- Klik Kirim untuk tanda tangan untuk membuka jendela pengiriman.
- Isi Kedaluwarsa (hari, 0 = tidak). Contohnya 7 untuk persetujuan cuti, atau 14 untuk kontrak.
- Isi Pengingat tiap (jam, 0 = tidak). Misalnya 24 untuk pengingat harian, atau 48 untuk dokumen yang tidak terlalu mendesak.
- Tulis subjek dan pesan email yang jelas, lalu klik Kirim.
Pada Kirim massal, Anda juga bisa mengisi Berlaku selama (hari) (opsional) bila mengirim dokumen yang sama ke banyak orang, misalnya surat pernyataan karyawan.
Pengingat yang terlalu sering membuat orang kebal. Mulailah dengan sekali sehari dan sesuaikan.
Memantau lewat notifikasi dan audit
Aktivitas penting, seperti dokumen dibuka, ditandatangani, didelegasikan, atau pengingat dikirim, tercatat di aktivitas dokumen dan muncul di notifikasi. Halaman audit dokumen juga memuat Log email yang menampilkan email undangan dan pengingat yang sudah dikirim, sehingga Anda dapat memastikan pesan benar-benar keluar. Halaman Laporan membantu melihat gambaran dokumen yang tertunda bagi pemilik dan admin.
Praktik terbaik
- Sesuaikan batas waktu dengan jenis dokumen. Persetujuan cepat butuh tenggat pendek, kontrak butuh lebih longgar.
- Gunakan Tahap dengan bijak. Dokumen bertahap menunggu satu tahap selesai, jadi pasang masa berlaku yang cukup untuk seluruh tahap.
- Periksa email penerima sebelum mengirim. Alamat yang salah adalah penyebab umum dokumen "hilang".
- Alihkan penerima yang tak responsif lewat halaman audit, daripada menunggu sampai kedaluwarsa.
- Tinjau berkala dokumen yang kedaluwarsa untuk mencari pola hambatan.
Contoh pengaturan yang masuk akal
- Persetujuan cuti atau lembur: kedaluwarsa 3 sampai 7 hari, pengingat tiap 24 jam.
- Pengajuan pembelian: kedaluwarsa 7 sampai 14 hari, pengingat tiap 48 jam.
- Kontrak dan perjanjian: kedaluwarsa 14 sampai 30 hari, pengingat tiap 72 jam.
Angka di atas hanya titik awal, bukan ketentuan baku. Sesuaikan dengan kecepatan kerja tim Anda dan evaluasi setelah beberapa minggu.
Mengurangi beban admin
Tanpa pengingat otomatis, admin kantor biasanya menghabiskan waktu mengirim pesan satu per satu dan mencatat siapa yang belum merespons di lembar kerja terpisah. Dengan pengingat bawaan, daftar itu tidak perlu lagi dibuat manual: status tiap penerima terlihat di halaman audit, dan email pengingat berjalan sesuai interval yang Anda tetapkan. Waktu admin dapat dialihkan ke pengecualian yang memang butuh perhatian.
Penutup
Pengingat otomatis dan batas waktu mengubah proses mengejar menjadi proses yang berjalan sendiri. Anda hanya turun tangan saat ada pengecualian. Untuk mencobanya, daftar akun ttdHUB dan atur pengingat pada dokumen internal berikutnya.